Infolinks In Text Ads

GANGGUAN PADA PENDERITA ALERGI DAPAT MEMPENGARUHI PERILAKU ANAK

GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN
Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong atau diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}, sering memanjat. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.
GANGGUAN TIDUR MALAM : gelisah/bolak-balik ujung ke ujung, bila tidur posisi “nungging”, berbicara,tertawa,berteriak saat tidur, sulit tidur, malam sering terbangun/duduk,mimpi buruk, “beradu gigi”
AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)
GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan thd sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game,baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK CERDAS
EMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala
GANGGUAN SENSORIS & KOORDINASI MOTORIK:
Bolak-balik, duduk, merangkak tidak sesuai usia. Terlambat berjalan, jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, jalan jinjit, duduk leter ”W”.
GANGGUAN ORAL MOTOR : TERLAMBAT BICARA BIASANYA DIATAS USIA 2 TAHUN MEMBAIK, bicara terburu-buru, cadel, gagap. Gangguan menelan-mengunyah, tidak bisa makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.
IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain
Memperberat gejala AUTIS dan ADHD


CONTROVERSIES IN ALLERGIES
DIANTARA MASYARAKAT AWAM BAHKAN SEBAGIAN KLINISI BANYAK TERJADI KONTROVERSI TENTANG ALERGI MAKANAN SEHINGGA BANYAK PENDAPAT BERBEDA & MEMBINGUNGKAN
SETELAH MENGALAMI SENDIRI TERNYATA BAHWA ALERGI MAKANAN BANYAK MENGGANGGU ORGAN TUBUH MAKA KITA HARUS LEBIH PERCAYA PADA FAKTA YANG TERJADI TERSEBUT
MESKIPUN KADANG TIDAK BISA HILANG SAMA SEKALI , TETAPI ALERGI MAKANAN AKAN BERKURANG SECARA BERTAHAP DI ATAS USIA 2 – 7 TAHUN
GOLD STANDARD ATAU MEMASTIKAN MAKANAN PENYEBAB ALERGI ADALAH DENGAN (DOUBLE BLIND PLACEBO CONTROL FOOD CHALENGE), NAMUN PEMERIKSAAN INI RUMIT, RELATIF MAHAL DAN BUTUH WAKTU LAMA.
PEMERIKSAAN TES KULIT : SENSITIFITAS TINGGI TETAPI SPESIFISITAS RENDAH, SEDANGKAN PEMERIKSAAN ALTERNATIF (“UNPROVEN PROCEDURE”) SEPERTI TEST VEGA, KINESIOLOGI TERAPAN DLL SENSITIFITAS/SPESIFITASNYA TIDAK TINGGI SEHINGGA BELUM MEMASTIKAN PENYEBAB ALERGI
“ALLERGY BEHAVIOUR CLINIC” MELAKUKAN MODIFIKASI DENGAN ELIMINASI PROVOKASI MAKANAN TERBUKA SEDERHANA
PEMBERIAN OBAT ANTI ALERGI JANGKA PANJANG ADALAH BUKTI KEGAGALAN DALAM MENCARI PENYEBAB ALERGI
PENANGANAN TERBAIK ALERGI ADALAH MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB DAN MENGHINDARINYA
MENUNDA MAKANAN PENYEBAB ALERGI TIDAK MEMPENGARUHI STATUS GIZI ANAK BILA MENGETAHUI JENIS MAKANAN PENGGANTINYA
WASPADAI BILA ORANG TUA DAN KELUARGA MENDERITA ALERGI MAKA ANAK BERESIKO ALERGI
ALERGI DAPAT DICEGAH DAN DI DETEKSI SEJAK LAHIR BAHKAN SEJAK DALAM KANDUNGAN
KENALI GEJALA ALERGI SEJAK LAHIR. CEGAH KOMPLIKASINYA , HINDARI PEMAKAIAN OBAT JANGKA PANJANG.

0 comments:

Poskan Komentar