Infolinks In Text Ads

Masalah masalah Pada Kehamilan lewat waktu Atau post date

Masalah Ibu
·         Serviks belum matang (70% kasus)
·         Kecemasan Ibu
·         Persalinan traumatis akibat janin besar (20% kasus)
·         Angka kejadian seksio sesarea meningkat karena gawat janin, diatosia,dan disprovsi setalo pelvik.
·         Meningkatnya pendarahan pasca persalinan, karena penggunaan oksitosin untuk akselerasi atau induksi.
b.                  Masalah janin
·         Kelainan pertumnuhan janin
ü  Janin besar dapat menyebabkan distosia bahu, traktur klavikula, palsierb duchene
ü  Pertumbuhan janin terhambat
·         Oligohdramnion
c.                   kelainan cairan AMNION ani mengakibatkan :
·         gawat janin
·         keluarnya menoneum
·         tali pusat tertekan sehingga menyebabkan kematian janin mendadak
III.             PENILAIAN KLINIK
menilai pasien
·         merupakan bagian terpenting dari perawatan antenatal, karena akan berpengaruh pada tindakan selanjutnya. Menentukan saat persalinan lebih tepat dan dapat dipercaya bila dilakukan pada kehamilan dini.
·         Penilaian janin.
Bila kehamilan lewat waktu di rencanakan untuk tidak segera di lahirkan, kita harus mempunyai keyakinan bahwa janin dapat hidup terus di dalam lingkungan intra uterin.
·      Pemeriksaan ultra sonografi
- Pemeriksaan biometri untuk menaksir berat janin

                    -  Pemeriksaan derajat kematangcairan amnion.
·     Pemeriksaan penampilan jantung janin
   -  Tes tanpa kontraksi
   -  Menilai kematangan serviks
b. komplikasi
- anak besar, dapat menyebabkan disproporsi sefalopelvik.
- oligohidramnion, dapat menyebabkan kompresi tali pusat, gawat janin sampai bayi meninggal.
- keluarnya mekonium yang dapat menyebabkan aspirasi mekonium.
c. Pencegahan
- konseling antenatal yang baik.
- evaluasi ulang umur kehamilan bila tanda – tanda berat badan tidak naik, oligohidramnion, gersk anak menurun.

IV      PENANGANAN
a.       Pengelolaan persalinan
* Bila sudah di pastikan UK 4 mgg, pengelolaan tergantung dari derajat kematangan serviks.
* Bila serviks matang ( skor bishop > 5 )
    - Di lakukan induksi persalinan asal janin tidak besar, jika janin >
 4000 g lakukan SC.
- Pemantauan intra partum dengan menggunakan KTB dan kehadiran dokter spesialis anak apabila di temukan mekoneum keruh  di perlukan
* Pada servik belum matang ( skor bishop < 5 ) kita perlu menilai keadaan janin lebih lanjut  apabila janin tidak di akhiri.
-          NST ( tes tanpa kontraksi ) dan penilaian kantong amnion. Bila keduanya normal, kehamilan di biarkan berlanjut dan penilaian janin di lanjutkan seminggu 2x.
-          Bila di temukan oligohidramnion ( < 2 cm pada kantong yang vertikal atau indeks cairan amnion (5) atau di jumpai deselerasi variabel pada NST maka di lakukan induksi pesalinan.
-          Bila volume cairan amnion normal dan NST tidak reaktif, tes dengan kontraksi ( CST ) harus di lakukan. Hasi CST ( + ), jika perlu di lahirkan sedangkan bila CST ( - ) kehamilan di biarkan berlangsung dan penilaian janin di lakukan lagi 3 hari kemudian.
-          Keadaan serviks ( skor bioshop ) harus di nilai ulang setiap kunjungan pasien, dan kehamilan harus di akhiri bila serviks matang. Kehamilan lebih dari 42 mgg di upayakan di akhiri.
-          Pasien dengan kehamilan lewat waktu dengan komplikasi seperti DM, pre eklamsi, kehamilannya harus di akhiri tanpa memandang keadaan serviks.

b.      Pengelolaan intra partum
*        Pasien tidur miring sebelah kiri.
*        Pergunakan pemantauan elektronik jantung
*        Beri oksigen bila ditemukan keadaan jantung yang abnormal
*        Perhatikan jalannya persalinan
*              Segera setelah lahir, bayi harus segera di periksa terhadap kemungkinan hipoglikemia, hipovolemi, hipotermi, dan polisitemi
c.       Bayi yang mengalami post term dapat di bagi 3 stadium :
*        STADIUM I
Kulit menunjukkan kehilangan vernik caseosa dan maserasi berupa kulit kering, rapuh, dan mengelupas
*        STADIUM II
Gejala di atas disertai pewarnaan mekoneum (kehijauan pada kulit)
*        STADIUM III
Terdapat pewarnaan pada kuku, kulit dan tali pusat
d.      Lakukan resusitasi sebagai berikut:
*        Penghisapan nosotaring dan orotaring posterior secara agresif sebelum dada janin lahir
*        Bila mekoneum tampak pada pita suara, pemberian ventilasi dengan tekanan positif ditangguhkan dahulu sampai traken telah diintubasi dan pengisapan yang cukup
Intubasi trakea harus dilakukan rutin bila ditemukan mekoneum yang tebal

0 comments:

Poskan Komentar