Infolinks In Text Ads

Langkah langkah Resusitasi BBL

a.    Langkah awal
Sambil melakukan langkah awal
Beritahu ibu dan keluarganya bahwa bayinya memerlukan bantuan untuk memulai bernafas dan minta keluarga mendampingi ibu.
Langkah awal perlu dilakukan secara cepat (dalam waktu 30 detik) secara umum 6 langkah awal dibawah ini cakup untuk merangsang bayi baru lahir.

b.    Jaga bayi tetap hangat
-    Alat pemancar panas telah diaktifkan sebelumnya sehingga tempat meletakkan bayi hanya.
-    Letakkan bayi di atas kain yang ada di atas perut ibu atau dekat perineum dan selimuti bayi dengan kain tersebut, potong tali pusat.
-    Pindahkan bayi keatas kain ke tempat resusitasi di bawah alat pemancar panas tubuh dan kepala bayi dikeringkan dengan menggunakan handuk dan selimut hangat (apabila diperlukan penghisapan mekonium, dianjurkan menunda pengeringan tubuh yaitu setelah mekonium dihisap dari trakea).

c.    Atur posisi bayi
-    Baringkan bayi terlentang di alas yang di atas dengan kepala didekat penolong
-    Ganjal bahu agar kepala sedikit ekstensi, sehingga bahu terangkat ¾ sampai 1 inci (2-3 cm).

d.    Isap Lendir / Bersihkan jalan nafas
-    Kepala bayi dimirngkan agar cairan berkumpul di mulut dan tidak difaring bagian belakang.
-    Mulut dibersihkan terlebih dahulu dengan maksud.
•    Cairan tidak teraspirasi
Hisapan pada hidung akan menimbulkan pernafasan megap-megap
-    Apabila mekonium kental dan bayi mengalami depresi harus dilakukan penghisapan dari trakea dengan menggunakan pipa endotrakea (pipa et)

e.    Keringkan dan rangsang bayi
-    Keringkan bayi mulai dari mulut kepala dan bagian tubuh lainnya dengan sedikit tekanan rangsangan ini dapat memulai pernafasan bayi atau pernafasan lebih baik.
-    Lakukan rangsangan taktil dengan beberapa cara di bawah ini :
•    Menepuk atau menyentil telapak kaki
•    Menggosok punggung, perut, dada, atau tungkai bayi dengan telapak tangan.

f.    Atur kembali posisi kepala dan selimuti bayi
-    Ganti kain yang telah basah dengan kain bersih dan kering yang baru
-    Selimuti bayi dengan kain tersebut, jangan tutupi bagian muka dan dada agar pemantauan pernafasan bayi dapat diteruskan
-    Atur kembali posisi terbalik kepala bayi sedikit ekstensi

g.    Lakukan penilaian bayi.
-    Lakukan penilaian apakah bayi bernafas normal, megap-megap atau tidak bernafas
•    Letakkan bayi diatas dada ibu dan selimuti keduanya untuk menjaga kehangatan tubuh bayi melalui persentuhan kulit ibu-bayi.
•    Anjurkan ibu untuk menyusukan bayi sambil membelainya
-    Bila bayi tidak bernafas atau megap-megap segera lakukan tindakan ventilasi.
Ventilasi adalah bagian dari tindakan resusitasi untuk memasukkan sejumlah udara ke dalam paru-paru dengan tekanan positif yang memadai untuk membuka, alveoli paru agar bayi bisa bernafas spontan dan teratur.
1.    Pasang Sungkup
Pasang sungkup agar menutupi mulut dan hidung bayi

2.    Ventilasi percobaan (2 x)
a.    Lakukan tiupan udara dengan tekanan 30 cm air.
Tiupan awal ini sangat penting untuk membuka alveoli paru agar bayi bisa memulai bernafas dan sekaligus menguji apakah jalan nafas terbuka dan bebas.
b.    Lihat apakah dada bayi mengembang
Bila tidak mengembang maka :
-    Periksa posisi kepla, pastikan posisinya sudah benar
-    Perksa pemasangan sungkup dan pastikan tidak terjadi kebocoran
-    Periksa ulang apakah jalan napas tersumbat cairan atau lendir (isap kembali)

3.    Ventilasi Definitif (20 kali dalam 30 detik)
a.    Lakukan tiupan dengan tekanan 20 cm air,m 20 kali dalam 30 detik.
b.    Pastikan udara masuk (dada mengembang) dalam 30 detik tindakan.

4.    Lakukan penilaian
a.    Bila bayi sudah bernapas normal, hentikan ventilasi dan pantau bayi, bayi diberikan asuhan pasca resusitasi
b.    Bila bayi belum bernapas atau megap-megap, lanjutkan ventilasi
-    Lakukan ventilasi dengan tekanan 20 cm air, 20x untuk 30 detik berikutnya
-    Evaluasi hasil ventlasi setiap 30 detik
-    Lakukan penilaina bayi apakah bernafas, tidak bernafas atau megak-megap. Bila bayi sudah mulai bernapas normal, hentikan ventlasi dan pantau bayi dengna seksama, berikan asuhan pasca resusitasi.
Bila bayi tidak bernapas atau megap-megap, teruskan ventilasi dengan tekanan 20 cm air, 20 x untuk 30 detik berikutnya dan nailai haslnya setiap 30 detik.
c.    Siapkan rujukan bila bayi belum bernapas normal sesudah 2 menit di ventilasi
-    Minta keluarga membantu persiapan rujukan
-    Teruskan resusitasi sementara persiapan rujuakn dilakukan
d.    Bila bayi tidak dirujuk
-    Lanjutkan ventilasi sampai 20 menit
-    Pertimbangkan untuk menghentikan tindakan resusitasi jika setelah 20 menit, upaya ventilasi tidak berhasil.

Bayi yang tidak bernapas normal setelah 20 menit diresusitasi akan mengalami kerusakan otak. Sehingga akan menderita kecacatan yang berat/meninggal.

0 comments:

Poskan Komentar