Infolinks In Text Ads

Anatomi kepala

Anatomi kepala

Kepala (tidak termasuk wajah dan struktur wajah) mencakup bagian :

Ö  Scalp

Ö  Tulang tenkorak

Ö  Selaput yang membungkus otak (meningens)

Ö  Jaringan otak

Ö  Cairan serebrospinal

Ö  Kompartemen vascular

Scalp memiliki vaskularisasi yang kaya dan menyebabkan pendarahan yang banyak jika luka, karena banyak pembuluh darah kecil terletak dalam matrik jaringan ikat elastis.

Vasospasme protektif  normal yang seharusnya terjadi untuk mengurangi pendarahan tidak berfungsi, menyebabkan perdarahan yang terus berlanjut dan kehilangan darah yang bermakna. Tengkorak kepala berfungsi sebagai kotak tertutup, satu-satunya pintu keluar dimana tekanan dapat berlanjut adalah melalui foramen magnum yang terletak pada dasar tengkorak dimana terdapat peralihan antara batang otak dan spinal cord. Tengkorak yang kaku dan sempit memberikan kontribusi dalam beberapa mekanisme cedera kepala.

Karena letak otak dalam kepala sedemikian rupa sehingga gerakan lebih banyak pada puncak otak disbanding dasar. Hal ini merupakan faktor penentu kerusakan yang terjadi. Tulang temporal lebih tipis dan mudah mengalami fraktur. Selaput yang membungkus keseluruhan otak, lapisan lebih tipis berupa pia arachnoid yang terletak dibawah duramater dan merupakan tempat arteri dan vena, lapisan yang paling tipis piamater yang terletak dibawah arachnoid dan langsung melapisi permukaan otak. Cairan cerebrospinal ditemukan dibawah lapisan piamater dan arachnoid.

Otak mengisi keseluruhan rongga tengkorak, yang sesungguhnya tidak memiliki adaptasi terhadap bengkak otak. Hal ini memiliki hal penting dalam patofisiologi cedera kepala.

Cairan serebrospinal (CSF) merupakan cairan nutrisi yang menyeliputi otak dan spinal cord. Cairan ini secara terus menerus diproduksi dalam ventrikel otak dengan kecepatan 1/3 ml/menit. Cairan ini diserap kembali oleh membran arachnoid yang menyelimuti otak dan spinal cord. Segala sesuatu yang menghambat aliran CSF akan menyebabkan penumpukan cairan ini dalam otak dan akan menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial.

0 comments:

Poskan Komentar