Infolinks In Text Ads

Teknik belah dua uji reliabilitas kuesioner penelitian

TEKNIK BELAH DUA
Teknik belah dua uji reliabilitas kuesioner penelitian adalah sebagai berikut:
Mengujicoba kuesioner kepada responden, kemudian dihitung validitas itemnya. Item yang valid dikumpulkan jadi satu, item yang tidak valid dibuang
Membagi item yang valid menjadi dua dengan cara random, separo masuk kelompok pertama dan sepro berikutnya masuk kelompok kedua
Skor untuk masing-masing kelompok ditotal, sehingga ada total kelompok pertam dan total kelompok kedua
Mengkorelasikan skor total kelompok pertama dan skor total kelompok kedua dengan korelasi product moment
Angka korelasi belah dua akan lebih rendah dengan angka korelasi total (tidak dibelah), untuk menghitung angka korelasi total digunalakan rumus
Kuesioner dikatakan reliabel jika, angka korelasi belah dua lebih rendah dari angka korelasi total

TEKNIK PARALEL
Teknik ini disebut juga equivalent form atau alternatitive form, adapun langkahnya sebagai berikut:
Membuat dua kuesioner yang digunakan untuk mengukur aspek yang sama
Kedua kuesioner diberikan pada responden yang sama, kemudian dicari validitasnya
Untuk memnghitung reliabilitas perlu mengkorelasikan skor total dari kedua jenis kuesioner tersebut
Teknik korelasi yang dipakai adalah korelasi product moment
Kuesioner dikatakan reliabel jika nilai “r” hitung lebih besar dari “r” tabel

UJI INTERNAL
Secara internal, pengujian reliabilitas kuesioner dilakukan dengan mengujicoba kuesioner sekali saja, kemudian dilakukan analisis untuk memprediksi reliabilitas kuesioner tersebut. Teknik analisis yang dapat dipergunakan untuk memprediksi reliabilitas kuesioner adalah:
Teknik belah dua Spearman Brown (split half)
Rumus KR 20 (Kuder Richardson)
Rumus KR 21 (Kuder Richardson)
Analisis varians Hoyt (Anova Hoyt)
Alfa Cronbach

Secara umum dapat dikatakan bahwa, uji reliabilitas kuesioner penelitian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
Repeated Measured (pengukuran berulang)
One shot (sekali ukur)

Repeated Measured (pengukuran berulang) dapat dilakukan dengan cara: test-retest, equivalent dan gabungan keduanya. Terdapat tiga pilihan korelasi untuk teknik uji ini: Korelasi produk moment dari Pearson, Kendall’s tau-b dan Spearman. Untuk menentukan kuesioner reliabel dengan cara membandingkan nilai “r” hitung dan “r” tabel, jika nilai “r” hitung lebih besar dari “r” tabel, maka kuesioner dinyatakan reliabel
Metode one shot dapat dilakukan dengan software SPSS, dengan interpretasi sebagai berikut: untuk keputusan kelompok, variabel dikatakan reliabel jika mempunyai koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,5 atau lebih, sedangkan untuk pengambilan keputusan individu, maka reliabilitas yang diperbolehkan adalah sebesar 0,90

0 comments:

Poskan Komentar