Infolinks In Text Ads

Teori kepribadian menurut Carl Gustaf Jung

Teori kepribadian menurut Carl Gustaf Jung
Menurut Jung, kepribadian itu adalah seluruh pemikiran perasaan, dan perilaku nyata baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Adapun struktur kepribadian manusia terdiri dari dua dimensi, yaitu dimensi kesadaran dan dimensi ketidaksadaran.

Kedua dimensi ini saling mengisi dan mempunyai fungsi masing-masing dalam penyesuaian diri. Dimensi kesadaran berupaya menyesuaikan terhadap dunia luar individu. Adapun dimensi ketidaksadaran berupaya menyesuaikan terhadap dunia dalam individu.

1.Dimensi Kesadaran Kepribadian (Syamsu Yusuf, 2011)
Dimensi kesadaran dalam kepribadian ini adalah ego. Ego adalah jiwa sadar yang terdiri dari persepsi, ingatan, pikiran, perasaan sadar manusia. Komponen kedua dari dimensi kesadaran manusia adalah sikap jiwa.

Sikap jiwa adalah arah dari psikis atau libido yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap dunianya. Setiap orang mengadakan orientasi terhadap dunia sekitarnya. Namun demikian, dalam caranya mengadakan orientasi itu setiap orang berbeda-beda. Apabila orientasi terhadap sesuatu itu tidak dikuasai oleh pendapat subjektifnya, maka individu yang demikian itu dikatakan mempunyai orientasi ekstravers.

Apabila orientasi ekstravers ini menjadi kebiasaan, maka individu yang bersangkutan mempunyai tipe kepribadian ekstravers. Jadi berdasarkan atas sikap jiwanya, manusia dapat digolongkan menjadi dua tipe yaitu manusia yang bertipe ekstravers dan introvers.

Orang yang ekstrovers terutama dipengaruhi oleh dunia objektif, yaitu dunia diluar dirinya. Orientasinya terutama tertuju ke luar. Pikiran, perasaan, dan tindakannya terutama ditentukan oleh lingkungannnya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan non sosial.

Orang bertipe ekstravers bersikap positif terhadap masyarakatnya, hatinya terbuka, mudah bergaul, berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu, biasanya suka menurutkan kata hatinya, selalu siap menjawab, tidak banyak pertimbangan (easy going), dan optimis dan hubungan dengan orang lain efektif. Adapun bahaya dari orang bertipe ekstravers ini ialah apabila keterkaiatan kepada dunia luar itu terlampau kuat, sehingga ia tenggelam didalam dunia objektif, kehilangan dirinya atau asing terhadap dunia subjektifnya sendiri. Orang y`ng bertipe introvers terutama dipengaruhi oleh dunia subjektif, yaitu dunia di dalam dirinya sendiri.

Orientasinya terutama tertuju kedalam pikirannya. Pikiran, perasaan, serta tindakannya terutama ditentukan oleh faktor subjektif. Penyesuaian dengan dunia luar kurang baik, jiwanya tertutup, sukar bergaul, sukar berhubungan dengan orang lain, tidak sabar, Kompetitif, ambisius, ingin serba sempurna, mudah gelisah, tidak dapat tenang dan diam, mudah bermusuhan,

mudah tersinggung, otot-otot mudah tegang dan kurang dapat menarik hati orang lain. Penyesuaian dengan batinnya sendiri baik. Bahaya tipe kepribadian introvers ini ialah kalau jarak dengan dunia objektifnya terlalu jauh, maka orang tersebut lepas dari dunia objektifnya. Jung berpendapat bahwa antara sikap jiwa ekstravers dan introvers itu terdapat hubungan yang kompensatoris.

2.    Dimensi Ketidaksadaran Kepribadian
Dimensi ketidaksadaran kepribadian seseorang mempunyai dua lingkaran yaitu:
(1) ketidaksadaran pribadi
(2) ketidaksadaran kolektif. Ketidaksadaran pribadi berisi hal yang diperoleh individu selama hidupnya namun tertekan dan terlupakan. Ketidaksadaran kolektif berisi hal yang diperoleh seluruh jenis manusia selama pertumbuhan jiwanya melalui generasi yang terdahulu.

0 comments:

Poskan Komentar