Infolinks In Text Ads

Kejang Pada Anak

Kadang kalau menerima pasien dengan kejang pada seorang anak, aku agak "kerepotan" juga. Repotnya bukan masalalah bagaimana mengatasi kejang si anak yg datang ke praktek ku, sikap dan kegelisahan dari orang tua sianak yg kadang "menggangguku". .....tolong anakku cepat dok ! Mudah-mudahan tulisan ini bisa menambah ketenangan para orang tua dalam menghadapi anak yg kejang.  Sebahagian besar kejang pada anak yg usianya dibawah 5 tahun umumnya dipicu oleh demam yang tinggi. Ambang batas demam, sampai menimbulkan kejang pada anak kadang pada tiap anak berbeda. Ada anak yg demamnya baru 38,5 derajat celcius sudah menimbulkan kejang pada anak. berikut ini tips dalam menghadapi anak yg kejang karena demam:
  1. Yang paling penting adalah anda harus tenang, secara umum kejang pada anak yg di picu oleh demam biasanya tidak berbahaya.
  2. Saat anak kejang, segeralah membuka baju yg ada pada si anak. dgn membuka baju diharapkan panas dari tubuh akan berkurang karena penguapan.
  3. Hindari lidah tergigit oleh gigi anak dgn memasang benda tumpul (bisa ujung sendok yg dilapisi kain) diantara dua gigi.
  4. Jangan pernah memberikan makanan/minuman apapun kepada si anak saat anak kejang, hal ini dimaksud karena refleks menelan pada anak yg kejang/tidak sadar sama sekali tidak ada dan di khawatirkan akan masuk ke dalam saluran pernafasan yg dapat menyumbat jalan nafas.
  5. Kompreslah dengan air hangat kuku (dgn memakai handuk) pada bagian tubuh anak, leher, ketiak, dada dan selangkangan.
  6. Anda dapat memberikan obat untuk anti kejang melalui anus.(obat ini di beli melalui resep dokter).
  7. Atau segeralah ke dokter untuk tindakan penanganan lebih lanjut.

HIPERTENSI PADA DIABETES

Defenisi hipertensi adalah tekanan darah sistolik lebih atau sama  140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 90 mmHg.
Etiologi :
Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi dua golongan,yaitu :
  1. Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya, disebut juga hipertensi idiopatik. Terdapat 95% kasus, faktornya adalah antara lain genetik,lingkungan,hiperaktivitas susunan saraf simpatis, sistem renin angiotensis, obesitas,alkohol,merokok dll.
  2. Hipertensi sekunder atau hipertensi renal. terdapat pada 5 % dari seluruh kejadian kasus hipertensi. Hipertensi pada kehamilan juga termasuk pada kelompok ini.


Saat ini begitu banyak obat hipertensi yang beredar. Pengobatan hipertensi memang sangat "individual".  Modifikasi gaya hidup merupakan strategi yang cukup efektif dalam pengobatan pasien dengan hipertensi selain dengan obat anti hipertensi.

Saat kita akan memutuskan untuk memberikan obat antihipertensi, dan bila tidak terdapat indikasi untuk memilih golongan obat tertentu, diberikan diuretik dan atau beta bloker.

Penanganan hipertensi pada pasien dengan DM tipe 2, sangat dianjurkan mempertimbangkan kaidah-kaidah resiko kerusakan organ akibat DM nya. Insiden penderita DM prevalensinya terus meningkat

Beberapa penelitian masih menganjurkan penggunaan ACE Inhibitor  untuk pengobatan awal pada penderita hipertensi  yang menderita DM. Silahkan klik link terkait dibawah ini untuk melihat penjelasan secara ilmiahnya. Ok, mudah-mudahan materi kali ini dapat
membawa manfaat.

Link terkait :
1.Penanganan hipertensi pada DM tipe 2
2.Penggunaan Captopril pada Hipertensi dengan Diabetes
3.Hipertensi dan Diabetes