Infolinks In Text Ads

Sindrom Klimakterik pada pria

Sangat penting bagi para wanita untuk mengenali perubahan yang terjadi pada
pasangannya, karena banyak pria tidak menyadari bahwa ia telah memasuki masa
klimakterik, dan masalah inipun masih perlu diteliti lebih jauh.

Memang tidak ada indikasi yang pasti mengenai kapan dimulainya
ketidakseimbangan hormonal pada pria , seperti halnya pada wanita yaitu dengan
terjadinya Menopause. Sebenarnya seiring dengan pertambahan usia setelah usia
50–60 tahunan, pada pria mulai terjadi juga penurunan hormon androgen yang disebut
Partial Androgren Deficiency in Aging Men ( PADAM ), walaupun pada sebagian pria ada
yang telah berusia 70–80 tahunan masih mampu membuahi isterinya .

Memang dengan bertambahnya usia,produksi testosteron pria dapat saja mulai
menurun,dan dengan datangnya penuaan secara umum pada seluruh tubuh, terjadi pula
penurunan secara bertahap daya seksual dan kemampuan reproduksi pria sebagai akibat
rusaknya fungsi Gonad, kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi,sering merasa
mudah lelah, kehilangan kepadatan massa otot dan tulang, namun sebagian gejala
klimakteriknya pria bisa disebabkan hal–hal yang bersifat psikologis, misalnya :
Kekhawatiran yang berlangsung lama karena hubungan perkawinan yang tidak serasi

pekerjaan yang tidak memuaskan dan beban kerja yang berat, kekhawatiran tentang
masalah ekonomi rumah tangga dsb.

Dengan menurunnya aktifitas gonad, pria kehilangan ciri kelakiannya dan
menampilkan beberapa ciri yang lebih bersifat kewanitaan,misalnya : Intonasi suara
menjadi lebih tinggi,rambut dikepala dan di tubuh menjadi berkurang,tubuh menjadi lebih
gemuk sedikit terutama dibagian perut dan paha.
Pria yang gelisah akan penampilan dan tingkah lakunya yang kurang
maskulin,akan lebih memperhatikan kejantanannya, namun kekhawatirannya seperti ini
justru sering mengarah ke impotensi .

Banyak pria usia 40–50/60 tahunan mengeluh adanya ketidaknyamanan fisiknya
seperti kepala pusing, gangguan pencernaan, insomnia, rasa letih, pegal dll yang
menyebabkan kegelisahan, lekas marah, ketegangan dan rasa tidak menentu yang muncul
secara tiba -tiba. Kemunduran ini sebagian disebabkan gaya hidup dan kesehatan yang
buruk dan sebagian lagi karena defisiensi gonad.

Karena pengaruh budaya dan lingkungan Psikososial ,umumnya pria merasa
bahwa mereka telah kehilangan keperkasaannya bila kesehatan dan daya tahan tubuhnya
menurun. Akibatnya sejumlah pria menunjukkan prilaku yang hampir sama dengan orang
muda yang sedang menunjukkan kejantanannya.

Periode ini apabila ia tidak waspada ,tidak memegang dan menjaga komitmen
dalam perkawinannya, akan dapat menjadi periode yang berbahaya bagi sebagian
pria-pria dimana ia telah beristeri namun terlibat urusan cinta dengan perempuan lain.

0 comments:

Poskan Komentar