Infolinks In Text Ads

Tampilkan postingan dengan label KEHAMILAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEHAMILAN. Tampilkan semua postingan

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Hiperemesis Gravidarum merupakan kombinasi kata : Hiper=berlebihan, Emesis=muntah dan Gravidarum=hamil. Jadi pengertian hiperemesis gravidarum adalah muntah yang berlebihan pada seorang ibu yg lagi hamil, sehingga dapat mengganggu aktifitas  sehari-hari.
Sebaiknya jangan pernah menyepelekan kasus hiperemesis pada seorang wanita yang lagi hamil, muntah yang berlebihan yang menyebabkan terjadinya dehidrasi,berat badan menurun sampai terjadinya keluhan mental dalam bentuk delirium, diplopia, nistagmus, serta terdapat benda keton dalam darah sebagai akibat metabolisme anaerobik. Semua akibat dari hiperemesis gravidarum tersebut dapat mengancam kelangsungan kehamilan yg optimal dan bahkan dapat mengancam keselamatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Penyebab Hiperemesis Gravidarum.
Sampai saat ini belum jelas penyebab pastinya terjadinya hiperemesis gravidarum ini, beberapa teori menerangkan sebagai berikut :
  1. Psikologis : peran psikologis wanita yang lagi hamil memungkinkan menjadi pencetus. Apakah si ibu dapat menerima kehamilannya yg saat ini terjadi. Dukungan psikologis ibu dan juga suami sangat berperan dalam menjadikannya si ibu "nyaman" dan siap dalam menerima kehamilannya. 
  2. Fisik : teori yg menerangkan masuknya villi khorealis kedalam sirkulasi darah ibu  dan faktor gizi juga mempunyai peran kemungkinan menjadi penyebab hiperemesis gravidarum.

Patofisiologis Hiperemesis  Garavidarum.
Diawali dengan mual dan muntah yang berlebihan sehingga dapat menimbulkan dehidrasi, tekanan darah turun, dan diuresis menurun. Hal ini dapat menyebabkan perfusi kejaringan menurun untuk memberikan nutrisi dan mengonsumsi oksigen. Oleh karena itu, dapat terjadi perubahan metabolisme menuju kearah anaerobik yang menimbulkan benda keton dan asam laktat. Muntah yang berlebihan dapat menimbulkan perubahan elektrolit sehingga pH darah menjadi lebih tinggi.
Dampak dari semua masalah diatas dapat menimbulkan gangguan fungsi fital berikut ini :

1. Liver :
    a. Dehidrasi yang menimbulakan konsumsi 0ksigen menurun.
    b. Gangguan fungsi sel liver dan terjadi ikterus.
    c. Terjadi perdarahan pada parenkrim liver sehingga menyebabkan gangguan fungsi umum.

2. Ginjal :
    a.Dehidrasi menyebabkan penurunan diuresis sehingga sisa metabolisme tertimbun,seperti:
         - Asam laktat
         - Benda keton

    b.Terjadi perdarahan dan nekrosis sel ginjal
        - Diuresis berkurang bahkan dapat anuria
        - Mungkin terjadi albumineria

    c. Sistem saraf pusat.
        - Terjadi nekrosis dan perdarahan otak diantaranya perdarahan ventrikel.
        - Dehidrasi sistem jaringan otak dan adanya benda keton dapat merusak fungsi saraf pusat yang
           menimbulkan kelainan enselofati.
        - Perdarahan pada retina dapat mengaburkan penglihatan.

Secara umum, muntah-muntah yang berlebihan pada seorang ibu yang lagi hamil akan mengancam fungsi umum alat-alat vital dan menimbulkan kematian.


    CARA MENGHITUNG TAKSIRAN BERAT JANIN (TBJ)

    Ntah kenapa saya lagi semangatnya nulis tentang kehamilan, mudah-mudahan berguna bagi siswa ku di Akbid Paluta Husada.
    Secara umum persalinan pervaginam dapat dilakukan jika memenuhi tiga faktor utama:
    1. Power. (His  ditambah kemampuan ibu mengejan)
    2. Passage (Jalan lahir)
    3. Passanger (Janin,plasenta, dan selaput ketuba
    Berat janin yang berlebih kadang menjadi kendala bagi para bidan yg akan menolong persalinan per vaginam. Disini coba kami sampaikan :rumus menghitung berat janin dalam uterus (rumus Lohnson).

    Berat Janin = (tinggi fundus uteri-12) x 155 gram (jika kepala belum masuk PAP).

    Berat Janin = (tinggi fundus uteri-11) x 155 gram ( Jika kepala sudah masuk PAP).

    Menghitung taksiran berat janin (TBJ) dengan rumus diatas keakuratannya akan meleset , karena faktor sbb:
    • Ketebalan didnding abdomen, ini membuat kita kesulitan dalam menentukan lokasi fundus uteri.
    • Rumus ini tidak dikhususkan untuk wanita Indonesia, pola makan yg berbeda akan menentukan besarnya janin.

    FERN PATTERN

    Ada beberapa cara pemeriksaan untik memastikan apakan cairan yang keluar per vaginam adalah cairan ketuban atau bukan. Pemeriksaan dengan kertas lakmus akan merubah kertas lakmus dari merah menjadi biru, ini dikarenakan air ketuban bersifat basa. Metode lain adalah dengan memeriksa cairan ketuban dengan mikroskop. Fern tes adalah salah satu jenis pemeriksaan cairan ketuban dengan mikroskop, gambaran mikroskopis cairan ketuban adalah seperti daun pakis /fern pattern (lihat gambar). Pemeriksaan tersebut sering dilakukan pada kasus Ketuban Pecah Dini (KPD).

    KETUBAN PECAH DINI (KPD) ATAU PROM (PREMATURE RUPTURE OF THE MEMBRANE)

    Defenisi : adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa disertai tanda inpartu dan setelah satu jam tetap tidak diikuti dengan proses inpartu. Sebahagian besar pecahnya ketuban secara dini terjadi sekitar usia kehamilan 37 minggu.
    Dalam keadaan normal selaput ketuban akan pecah saat pembukaan persalinan hampir lengkap/lengkap (9-10 cm).
    Sebab terjadinya pecah KPD, sbb :
    1. Infeksi STD, perokok, sosial ekonomi rendah, kelainan genetik, rendahnya vitamin C dan Cu dalam serum, kehamilan kembar, hidramnion, serviks inkompeten.
    2. Sebab lain yg tidak diketahui.

     Diagnosis Ketuban Pecah Dini.
    Diagnosa KPD didasarkan atas :
    1. Riwayat pengeluaran cairan dalam jumlah besar secara mendadak atau sedikit demi sedikit per vaginam.
    2. Pemeriksaan cairan di forniks posterior dgn kertas lakmus, akan berubah warna merah menjadi biru (karena cairan ketuban bersifat basa).
    3. Pemeriksaan cairan ketuban dibawah mikroskop , akan tampak gambaran seperti daun pakis Fern pattern). Klik disini untuk melihat gambarnya.
    4. Dengan pemeriksaan USG.
    Tiga kemungkinan yang dapat dilakukan pada KPD, yaitu :
    1. Konservatif, antara lain : Tirah baring untuk mengurangi keluarnya air ketuban sehingga masa kehamilan dapat diperpanjang, Pemberian antibiotik untuk menghindari infeksi (ampisilin dosis tinggi atau eritromisin dosis tinggi)
    2. Tatalaksana aktif : dilakukan tindakan untuk memperpanjang usia kehamilan dgn memberikan kortikosteroid untuk mematangkan paru janin, tokolitik untuk mengurangi atau menghambat kontraksi otot uterus dan antibiotik untuk mengurangi peranan infeksi sebagai pemicu terjadinya proses persalinan.
    3. Tindakan agresif dengan segera melakukan seksio sesaria. (prolaps tali pusat, gawat janin, tanda infeksi-sepsis, solutio plasenta).
     Permasalahan Ketuban Pecah Dini atau KPD adalah persoalan serius, kegawatan janin dan kematian maternal adalah dua persoalan yg harus diantisipasi. Keadaan janin yang prematur akan menghadapi berbagai kendala umum akibat ketidak mampuannya beradaptasi terhadap kehidupan diluar kandungan. Ketidakmampuan hidup diluar kandungan tersebut semata-mata akibat organ vital yang belum siap untuk menghadapi situasi  yang sangat berbeda dengan keadaan intrauteri sehingga menimbulkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi.

    PROSES KEHAMILAN

    Kehamilan adalah proses alami yg diharap kan oleh setiap pasangan suami istri. Kehamilan pada seorang wanita dapat terjadi jika memenuhi beberapa  hal-hal yg berkaitan dengan fungsi  sistem reproduksi pria dan wanita. Fungsi sistem reproduksi pria dan wanita harus dalam keadaan normal agar kehamilan dapat terjadi dan berlangsun normal.
    Seorang pria yg mengalami ejakulasi saat melakukan hubungan suami istri, maka akan mengeluarkan sperma (dalam jumlah yg besar, minimal >20 juta sperma/cc) dan bergerak masuk menuju dalam vagina. Sperma akan bergerak menuju rahim melalui serviks. Selanjutnya sperma akan terus bergerak menuju tempat pertemuan dengan ovum di saluran tuba fallopi. Dari sekian juta jumlah sperma , maka hanya 1 sperma saja yang dapat membuhai sel telur (sel telur yg telah dubuahi akan emnjadi embrio). Ovum (sel telur) dihasilkan oleh ovarium pada saat masa subur seorang wanita. Masa subur seorang wanita terjadi saat 14 hari sebelum haid berikutnya (bukan 14 hari setelah haid lho!) dengan range waktu 2 hari sebelum ovulasi dan 2 hari setelah ovulasi.  Berarti kehamilan hanya dapat terjadi jika pasutri melakukan hubungan seks saat masa subur seorang wanita ( lebih kurang 4-5 hari).  Embrio kemudian berjalan menuju rahim dan akan menempel di dinding rahim (inplantasi). Hormon kehamilan (human  chorionicgonadotrophin/HCG) yg dihasilkan oleh sel-sel trofoblast akan meningkat saat terjadi inplantasi. Hormon HCG tersebut selanjutnya akan berada di dalam sirkulasi darah dan akan dikeluarkan dalam air seni yg kemudian dapat dilihat melalui tes kehamilan. HCG yg terdeteksi di urin merupakan salah satu indikator bahwa telah terjadi kehamilan pada seorang wanita.