Infolinks In Text Ads

Tampilkan postingan dengan label MIMISAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MIMISAN. Tampilkan semua postingan

MIMISAN PADA KEHAMILAN

Kehamilan adalah suatu anugerah Tuhan yg sangat diharapkan bagi hampir semua pasangan suami istri yg baru menikah. Saat seseorang wanita  lagi hamil , terjadi perubahan dalam keseimbangan hormon progesteron. Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan merupakan hal yg fisiologis dalam upaya untuk mempersiapkan organ reproduksi wanita dalam keadaan optimal sehingga kehamilan dapat berjalan dgn baik sampai proses kelahiran. Namun ,peningkatan hormon progesteron selama kehamilan memberi dampak yg kadang sedikit mengganggu, walaupun tidak harus terjadi pada setiap wanita yg hamil.
Mimisan pada wanita yg lagi hamil (tidak ada riwayat mimisan sebelum hamil), kadang sering terjadi. Patofisiologi kejadian mimisan pada wanita yg lagi hamil adalah karena terjadinya vasodilatasi pembuluh darah di hidung   Vasodilatasi pembuluh darah di hidung merupakan salah satu akibat dari peningkatan hormon progesteron.  Jadi jangan bingung lagi kalau menemukan kasus mimisan pada ibu hamil .

MIMISAN

Mungkin diantara kita, apalagi kita sebagai orang  tua kadang bingung menghadapi seorang anak yg mimisan.

Mimisan yg dalam bahasa medisnya disebut epistaksis adalah keluarnya darah dari hidung, rongga hidung dan nasofaring. Ditilik dari penyebab epistaksis dapat dikelompokkan menjadi dua :
  1. Lokal (trauma,terjatuh,benda asing di hidung, perubahan lingkungan yg mendadak mis: dalam penerbangan atau pergi ke daerah pegunungan )
  2. Sistemik (penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan pembekuan darah, Hipertensi, demam berdarah dengue, cuaca dingin dll.

Prinsip penanganan mimisan adalah :
  1. Menghentikan perdarahan
  2. Mencegah komplikasi (syok dan anemia)
  3. Mencegah terulangnya epistaksis
Tindakan dalam menghadapi epistaksis :
  • Jangan panik adalah tindakan awal yg sangat bijaksana, karena 90% kasus mimisan dapat berhenti sendiri .
  • Upayakan posisi kepala lebih tinggi dari jantung
  • Periksa vital sign (kami pernah menemukan kasus epistaksis dgn sebab hipertensi, epistaksis berhenti sendiri setelah TD di turunkan)
  • Lakukan anamnesis sebaik baiknya untuk memperoleh data awal apakah penyebab mimisan nya lokal atau sistemik.
  • Pemeriksaan dgn speculum hidung, untuk membersihkan perdarahan dan observasi tempat penyebab perdarahan , perdarahan posterior lebih sulit diatasi karena sumber perdarahan suli dicari.
  • Lakukan tamponade sumber perdarahan dgn menekan kedua cuping hidung dgn ibu jari dan jari telunjuk selama 5-10 menit/atau drain tampon (kalau sumber perdarahan anterior)
Pemasangan infus harus dipertimbangkan  untuk mengantisipasi shok. Pemberian obat hemostatik dapat diberikan. Antibiotik diberikan sesuai dgn kondisi penderita.