Infolinks In Text Ads

PROSEDUR PENATALAKSANAAN DEMAM REUMA AKUT

PROSEDUR PENATALAKSANAAN
DEMAM REUMA AKUT
( “ACUTE RHEUMATIC FEVER” )

DEFINISI
Adalah penyakit Peradangan difus yang merupakan komplikasi lambat non-supuratif dari radang tenggorokan karena kuman Streptokokus Grup A ( mungkin melalui proses “imunologi” ), dengan periode laten 1 – 5 minggu.

PATOGENESA / PATOFISIOLOGI
Dimulai radang tenggorokan karena infeksi kuman Streptokokus Grup A ( > 70 tipe serologi ) yang berupa : radang tenggorokan berat yang khas, dan tidak khas, ataupun tanpa gejala sama sekali. Karena antigen secara imunologi mirip jaringan penyangga manusia, antibodi memberikan reaksi silang dengan jaringan tersebut menimbulkan respon keradangan non-supuratif difus setelah periode laten 1 – 5 minggu.
Radang tenggorokan --> “Nephritogenic” --> Glomerulonephritis
Radang kulit ( impetigo ) -->
Radang tenggorokan --> “Rheumatogenic” --> Demam Reuma

Insidens Demam Reuma Akut terbanyak antara umur : 5 – 15 tahun, jarang sebelum umur 3 – 4 tahun dan sesudah umur 25 tahun.

GEJALA KLINIS / “SYMPTOM” :
Manifestasi ( Kriteria Jones ) :
Mayor
I. Karditis :
1. Bising :
a. - Bising sistolik apikal yang bermakna ( Regurgitasi Mitral ),
- Bising mid-diastolik apikal ( bising Carey – Coombs ),
- Bising diastolik basal ( Regurgitasi Aorta ), pada penderita tanpa riwayat :
- demam reuma
- penyakit jantung reumatik.
b.Pada penderita yang sebelumnya demam reuma & penyakit jantung reumatik :
- perubahan sifat bising
- bising yang baru.

Katup yang terkena :
- Mitral 75 – 80% kasus
- Aorta 30%
- Trikuspid & Pulmonal < 5% 2. Kardiomegali : Pada penderita tanpa riwayat demam reuma & penyakit jantung reumatik sebelumnya. Ukuran jantung bertambah besar pada penderita demam reuma & penyakit jantung reumatik sebelumnya. 3. Perikarditis : - “Friction rub” - efusi perikardial - perubahan EKG - perubahan ekhokardiografi 4. Gagal Jantung Kongestif II. Poliartritis : “polymigratory arthritis” pada sendi besar manifestasi mayor yang paling sering III.Khorea : gerakan cepat, tanpa tujuan dan tanpa disadari sering disertai kelemahan otot dan kelainan tingkah laku. DD : - Tics - Atetosis - Hiperkinesis - Khorea Huntington - Lupus Eritematosus Sistemik - Penyakit Wilson - Reaksi obat IV. Eritema Marginatum V. Nodul subkutan : di permukaan ekstensor – siku, lutut, dll.
CARA PEMERIKSAAN / DIAGNOSA :
Kriteria DEMAM REUMA menurut WHO / AHA
Manifestasi Mayor :
1. Karditis
2. Poliartritis
3. Khorea
4. Eritema marginatum
5. Nodul subkutan

Manifestasi Minor :
Klinis :
- Demam Reuma sebelumnya atau Penyakit Jantung Reumatik
- Artralgia
- Demam

Laboratorium :
- LED meningkat
- Lekositosis
- Interval PR memanjang ( pada EKG )

Bukti penyokong Infeksi Streptokokus :
- Titer antibodi Anti-Streptokokus meningkat
- Biakan tenggorok Streptokokus ( + )
- Baru menderita Demam Skarlet.

Probabilitas tinggi Demam Reuma Akut :
2 kriteria Mayor atau
1 kriteria Mayor + 2 kriteria Minor
apabila + infeksi Streptokokus Grup A sebelumnya.

Pada 3 kategori dibawah, diagnosa Demam Reuma ditegakkan tanpa ada kriteria-kriteria seperti tersebut diatas :
1. Khorea : tapi harus disingkirkan :
- Sindroma tiks multipel
- Sebab lain gerakan khoreiform ( lupus, dsb. )
2. “Insidious or Late Onset Carditis” :
- tidak ada ( tidak jelas ) riwayat Demam Reuma.
- Manifestasi :
a. Gagal jantung
b. Penyakit katub jantung
DD :
- Miokarditis
- Endokarditis infeksi
3. “Rheumatic Reccurence” :
1 atau 2 + infeksi Streptokokus sebelumnya.

KOMPLIKASI :
- Gagal jantung
- Perikarditis.

PERAWATAN DEMAM REUMA :
Rawat Inap :
1. Pengobatan Infeksi Tenggorokan :
• Penisilin Prokain 1 x 600.000 U intramuskular/hari selama 10 hari.
• Diteruskan Benzatin benzilpenisilin 1.200.000 U intramuskular/bulan.
• Bila ada alergi Penisilin ---> Eritromisin 4 x 250 mg/hari selama 10 hari.
2.Pengobatan Keradangan Non-supuratif :
Aspirin 6 – 8 gram/hari ( 4 – 5 x /hari ).
Kortikosteroid ( apabila ada Karditis ) :
- Prednison 60 – 120 mg/hari ( 4 x /hari ), sampai laju endap darah normal, diteruskan “maintenance” beberapa minggu.
3.Tirah baring.
Perjalanan penyakit 6 – 12 minggu.
Tirah baring sampai tanda-tanda demam reuma aktif menghilang, dengan kriteria sebagai berikut :
- Suhu normal tanpa obat
- Laju endap darah normal
- Denyut nadi istirahat < 100/menit - EKG kembali seperti semula
. PENCEGAHAN PRIMER DEMAM REUMA AKUT
Tx Infeksi saluran napas oleh karena Streptokokus Grup A - Benzatin benzilpenisilin 1 x 1.200.000 U intramuskular, dosis tunggal, atau - Penisilin V ( Fenoksi Metil Penisilin ) oral 4 x 250/hari selama 10 hari, atau - Eritromisin 4 x 250 mg/hari selama 10 hari. PENCEGAHAN SEKUNDER DEMAM REUMA AKUT Pada penderita yang telah mengidap Penyakit Jantung Reumatik. 1. Benzatin benzilpenisilin 1.200.000 U/bulan atau Fenoksi Metil Penisilin 2 x 250 mg/hari, atau 2. Sulfadiazine 2 x 500 mg/hari atau 3. Eritromisin 2 x 250 mg/hari. Pencegahan sekunder : - Sampai umur 25 tahun - Sampai 5 tahun setelah serangan terakhir ( demam reuma usia dewasa ) - Seumur hidup pada daerah “overcrowded” dengan prevalensi infeksi tenggorokan oleh karena streptokokus yang tinggi.

0 comments:

Poskan Komentar